Selasa, 22 Agustus 2017

Teruntuk Bundaku Tersayang

Bunda...
Umurmu yang mulai menua
Membuatku selalu khawatir
Sedih yang selalu ku rasa
Membuat hatiku bergetir

Bunda...
Aku selalu nakal dan membuatmu kesal
Tapi aku bukan anak berandal
Anakmu ini masih punya akal
Walau sering membuatmu bebal

Bunda...
Senyummu adalah salah satu kekuatanku
Bahagiamu adalah salah satu bahagiaku
Begitu hangatnya pelukkanmu
Membuat hatiku damai bersamamu

Bunda...
Aku ingin selalu bersamamu
Aku ingin selalu didekatmu
Selalu ku takut pergi darimu
Takut jika detik itu saat terakhirmu

Bunda...
Maafkan aku selalu membuatmu menangis
Kelakuanku kadang kelewat batas
Sifatku yang kadang beringas
Tapi bunda hatiku tidak keras

Bunda...
Aku sayang padamu melebihi siapapun
Aku mencintaimu melebihi apapun
Maafkan segala yang telah kulakukan
Aku hanya manusia seperti dirimu

Bunda, kasihmu sepanjang masa...
Tak pernah letih membimbingku hingga aku mencapai kesuksesanku, letih, keringat, dan airmatamu tak akan terbalaskan...

Bunda, aku takut...
Ketika aku sudah memilih pasangan hidup, engkau tidak menyukainya...
Ketika aku mencintai seseorang laki-laki, engkau tidak menerimanya...
Ketika aku sudah memiliki keluarga, aku takut kamu tidak merestuinya...

Bunda, aku sedih...
Ketika melihatmu sakit dan hanya berbaring di atas kasur...
Karena bunda tak pernah selemah itu...
Karena bunda adalah wanita yang sangat kuat dan tegar

Bunda, mungkin kata-kata ini... tidak menggambarkan semua yang aku rasakan sampai saat ini...
Tapi, bunda aku rindu... aku takut saat tidak bisa menyatakan semua yang kurasa... Aku tak akan mampu membalas semuanya bunda, tapi aku akan melakukan apa yang kamu inginkan dari aku kecil...
Masalah pendidikanku,
Masalah caraku berpakaian,
Masalah agamaku,
Masalah masa depanku...

Terimakasih Bunda... Telah menahan sakit saat mengandungku dan saat melahirkanku...
Terimakasih Bunda... Telah mengajariku berbicara, berjalan, dan mengenal Allah SWT
Terimakasih Bunda... Yang tidak pernah letih mencintai dan menjagaku sampai saat ini...


-23 Agustus 2017-

Senin, 19 September 2016

Tanpa kepastianmu

Awan hanya diam saja begitu
Tapi terlihat berjalan beriringan
Selalu terlihat mengikuti langkahku
Bagai tak pernah tau jalan

Kamu pun yang diam saja
Terlihat bagai patung
Selalu bisu tak berkata
Diam hanya diam dan tidak mengaung


Aku ini siapa?
Kamu itu siapa?
Tanyaku pada siapa?
Yang tak pernah tau kita ini apa

Degup jantungku saat bersamamu
Aku tak pernah tau arti itu
Serasa resah yang enggan enyah
Serasa goyah yang tak terarah

Aku ingin memastikan
Tapi aku tak tau harus bertanya pada siapa
Kamu yang tak memastikan
Membuatku ingin lari saja

Kau pikir aku ini tempat singgah
Atau mungkin kamu pikir aku boneka
Yang tak tau pasti kapan kau enyah
Yang tak tau kapan kau akan hilang begitu saja

Aku ini sadar diri
Aku bukanlah malaikat tanpa sayap
Aku pun harus tau diri
Aku ini hanya kunang-kunang yang memiliki cahaya kerlap

Apakah kau tau betapa besar arti diriku?
Apa kamu tau kunang-kunang itu
Dia itu cahaya dalam gelapmu
Yang selalu terangi jalan gelapmu itu

Sudahlah aku sudah cukup
Lelah akan sikapmu itu
Cukuplah aku dianggap debu
Kini aku ingin menjadi bintang

Bukan untukmu
Tapi untuk orang yang menganggapku
Bukan untukmu
Tapi untuk orang yang mengahargaiku

Minggu, 30 Agustus 2015

Kau yang terlihat oleh mataku.

Pria ini adalah seseorang yang tak pernah ku sangka akan mengenalnya, aku tak pernah menatap matanya yang berbinar, aku tak pernah melihat wajahnya, aku tak pernah melihat senyumnya. Yang kini membuatku terpaku dan membisu.Awal yang sangat aneh, pertemuan yang tak pernah kupikirkan (09 Desember 2013) tidak melalui dunia nyata tapi hanya melalui dunia maya. Aku hanya, sekedar iseng untuk mengenalnya dan sekedar ingin tau. Tapi ternyata hatiku tertarik atas rupanya, rupa yang membuat hatiku berdebar. Diriku terdorong untuk semakin medekatinya lebih dekat lagi, lucu ya. Aku mencoba dan terus mencoba, dari awal menanyakan hal-hal sepele, sampai akhirnya menanyakan soal status hubungannya, lucunya lagi aku pura-pura curhat soal pacar yang selalu bikin kesel, tapi responya cuma biasa aja sih. Saat aku tau ternyata dia single, buru-buru aja cari perhatian dan sok kenal sok deket gitu. Yang tadinya reply tweet dan DM'an berubah menjadi SMS'an, dan lucunya itu karena aku yang memulai untuk bertukar nomor handphone aja. 

Pokoknya seminggu itu, kita berhubungan. Tapi, sayang banget dia pemalu orangnya, bikin tambah lucu aja jadinya. Dari awal tantangan sebuah "Permen" ya ampun ini lucu banget, liat muka polosnya bikin jantung dag dig dug. Setelah semua itu berlalu, kita jadian (17 Desember 2013) walau sebelum jadian itu, aku sempet berbuat tega pada sebuah hubungan rahasia antara aku dan sahabatku. Yaudah ya udah berlalu hehehe.Jadiannya tanggal 17, bikin burung kertas pas 17 buah. Ya ampun, gak nyangka banget bisa barengan gitu, Ya awal pacaran sih, lucu-lucu aja. Masih sama-sama malu, dunia nyata belum menyatukan kita, hihihi. Tapi, waktu berjalan terus menerus dan lama-lama kita berani buat ketemu dan berhadapan. Sampe banyak yang ngetawain kita, sangking lucunya aku sama kamu hehehe. 

Semua itu udah lewat ya, kita udah jalan 1 tahun 5 bulan sekarang. Udah banyak suka dan duka yang kita lewati bersama, udah banyak lika-liku yang kita jalanin berdua, dan udah banyak airmata dan tawa yang kita bagi. Kita sempet berbeda paham, sempet egois,dan sempet keras kepala. Lucunya, kamu suka ngerendahin diri kamu sendiri, dan memutuskan untuk pergi berkali-kali. Lucunya lagi, aku tutup pintu kamu untuk pergi, karena alasan kamu selalu konyol. Padahal. aku ga pernah ngerasa kamu sakitin, tapi alasan kamu.. "aku gak baik buat kamu", makannya aku selalu tahan kamu.Sempet kita putus dalam waktu yang agak lama, itu semua gara-gara sikap dan kelakuan aku yang konyol. hahaha, aku nyesel banget dan pengen banget ngetawain diriku sendiri. Aku malah main belakang dan jadian sama orang lain. Sehingga buat kamu kecewa sama aku, tapi lucunya kita malah balikan lagi ya. Mungkin, karena aku masih punya bayanganmu dan selalu mengikuti jejakmu. Entah, ingin melupakanmu saat itu saja, aku tak mampu.Dan akhirnya, kita malah balikan dan menjalani hubungan seperti sekarang ini. Aku bahagia banget punya kamu, yang selalu sabar hadapin aku, yang selalu aku marahin, aku omelin, aku pukulin, dan aku bentak-bentak, Aku tau aku itu jahat banget sama kamu, kalo lagi marah. Tapi, kamu malah selalu sabar banget sama sikap dan sifat kekanak-kanakan aku. Aku gak mau kehilangan kamu, karena ya cuma kamu yang berani dan buat aku sedih karena sikap cuek dan dingin kamu itu. Aku gak mau kamu pergi, soalnya gak ada yang sekuat kamu ngadepin sikap aku ini. 

Aku sayang kamu dan berharap tak pernah adalagi masalah yang membuat "kita" menjadi "aku" dan "kamu". aku mencintaimu seperti aku mencintai diriku, Tuhanku, dan keluargaku, Dan aku hanya memohon kepada Allah semoga kamu bisa mencintai, menghargai, menyayangi, dan setia tulus kepada aku yang gak pernah bisa sempurna dimata semua orang. Dan aku berharap gak ada lagi, yang buat kamu dan aku menjadi salah paham dan lain-lain. Semoga kamu, bisa terbuka sama aku dan bisa selalu percaya sama aku.Udah dulu deh, nambahin cerita diblognya. See ya!




Minggu, 22 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 3 (To The End)

Pagi yang cerah mengawali hari bahagiaku. berangkat sekolah pagi-pagi dan ini baru pertama kali aku seceria ini. "Pa, Ma aku berangkat dulu ya." pamitku sambil melambai-lambaikan tangan dari dalam mobil. Dikelas mataku langsung mencari seseorang, seseorang yang dari semalam kupikirkan. Sepertinya belum datang pikirku. Bel masuk pelajaran pertama tiba, tak kulihat dia daritadi pagi. Aku heran dan saat aku ingin melihat keluar. "Anak-anak steven hari ini tidak masuk karena sakit. Tolong sampaikan pada guru nanti ya." lapor guru piket kekelasku. Selama pelajaran dari awal sampai akhir disekolah aku hanya melamun entah melamun kan hal apa yan pasti tentang steven.

Dengan tekad yang bulat diam-diam aku pergi kerumah steven tanpa sepengetahuan sahabat-sahabatku. "Permisi, Assalamualaikum." sambil mecat bel aku memanggil steven. "Iya, Waalaikumsalam. Ada apa ya neng?" keluar satpam dibalik pagar besi yang tinggi. "Oh, stevennya ada?" tanyaku gugup. "Silahkan masuk neng. Aden lagi didalam istirahat. Dikamarnya." suruh satpam itu. "Oh maaf saya gak mau ganggu pak. Makasih atas infonya. Saya pamit dulu pak." langsung ku berjalan kearah mobil. Dan "Tunggu dulu." aku merasa ada yang menjegatku pergi tanganku ditahan. Saat aku melihat kearah belakang, Steven tepat dibelakangku dan aku terkejut. "Lu ngapain kesini? Kenapa langsung pulang? Masuk dulu aja." sahutnya. "Oh gue kira lu sakit jadi gue jenguk lu. Terus kata satpam lu, lu lagi istirahat gue takut ganggu aja." kataku sekenanya. Padahal gue dateng karena khawatir sama lu. "Oh gitu, yaudah masuk dulu aja." ajaknya sambil menarikku masuk. Dia menyuruhku duduk dan menanyakan mau minum apa, setelah itu kami makin akrab dan waktunya tiba aku harus pulang karena sudah hampir menjelang malam.

Sampai rumah, aku langsung girang dan ingin cepat-cepat esok terjadi lagi. Pagi disekolah, aku bertemu denganya dan saat istirahat kami makan bareng. Sahabtku sampai bingung, ada apa dengan aku? Kemaren-kemaren aku marah-marah sekarang malah deket, kata merry maklum lah benci jadi cinta kali. Setelah beberapa minggu kemudian, kita jadian dan ternyata benar kata orang-orang jangan pernah membenci seseorang bila tak ingin berakhir menjadi mencintainya.

Kamis, 19 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 2

Pagi-pagi aku dan sahabatku sudah datang mengahampiri kelas. Jail kasih minyak kayu putih yang banyak dan lem diatas kursi guru. Dan menaruh lem dan minyak kayu putih itu didalam tas steven setelah dia sudah datang ke sekolah. Teman-teman satu kelasku jelas tau kami ada sekelompok anak jail yang suka bikin masalah. Tapi sudah lama kita ga jail dan iseng, karena si steven udah buat masalah sama gue jadi gue punya rencana buat cowo macem dia itu. Setelah bel berbunyi dan guru sudah masuk kedalam kelas. Ketika itu.... "Kok panas ya? Kok lengket gini sih?" Dan akhirnya "Sreeek.." Terdengar suara robekan dari arah meja guru dan semua murid tertawa dengan puasnya. "Braaaak!!!!" suara meja yang dipukul dengan penggaris kayu. Seluruhnya langsung diam sekejap. "Siapa yang melakukan semua ini! Maju!" Sambil menutupi bagian belakang dengan taplak meja yang ada disana.

"Okee, tidak ada yang mengaku!! Semua berdiri! Coba ketua kelas bantu saya mencari barang bukti!" Setelah beberapa saat, semua langsung menuruti perintah Bu guru. "Ini? Ini tas siapa?" Teriak Duleha. "Sayaaa Dul." dengan muka yang sangat terkejut. "Bu, ini si Steven bu yang bawa lem dan minyak kayu putih." sambil memberikannya ke meja guru. "Demi apapun bu saya tidak tau saya juga tidak membawa itu semua bu." Bela Steven. "Kamu ikut ibu keruang BP sekarang!!" sambil mengikuti ibu guru dia menunduk dan bingung apa yang akan terjadi padanya nanti. Dan setelah berapa lama Steven berdiri didepan tiang bendera dengan posisi tangan hormat dan mengalungi sebuah tulisan "SAYA TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI." aku sebagai pelakunya merasa kasihan melihat dia. loh, kenapa dengan aku ini? Bukannya bagus ya itu cowo tengil dapet pelajarannya.

Bel pulang berbunyi, Merry mengajakku kerumahnya. Tapi ku tolak saja mentah-mentah. Aku bilang hari ini aku ada urusan dan ga bisa main kerumahnya. Gak lama kemudian... "Ini, minum dulu. Maaf ya ini semua sebenernya rencana gue. Hukuman lu udah selesai kok." Sambil menyodorkan air putih. "Lu ada masalah apa sih sama gue sampe lu beginiin gue?" Sambil mengambil minuman dari tanganku. "Ya abis lo duluan sih yang nyolot, belagu, tengil pula." Komentarku. "Oh karena itu maaf juga deh kalo lu merasa gue kayak gitu." Katanya. "Nama lo siapa? Gue lupa." Tanyanya. "Gue Restu." Jawabku sambil mengambil tas ku dan pamitku pulang. "Eh thank you ya airnya thank you juga ya udah ngerjain gue."

Sampenya dikamar gue suka senyum-senyum sendiri. Dan terkadang gue suka bayangin kejadian tadi. Gue bingung gue kenapa, yang jelas rasanya hati gue seneng banget. Gak kebayang deh. Besok bakal kayak apa ya. Loh, gue ini kenapa sih, tiba-tiba kesemsem gitu sama tuh cowo. Jangan-jangan.........

Selasa, 17 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 1

"Embun pagi yang sangat sejuk." kataku sambil membuka sebuah jendel ukuran 2x3m dikamar ukuran 4x5m berwarna biru muda dan sangar berantakkan. "Tok.. Tok.. Tok.." terdengar suara pintu. "Iyaa, kenapa?" sahutku yang baru saja terbangun dari lamunanku. "Nak, bangun sudah pagi sayang." terdengar suara dibalik pintu. "Iya maa, aku udah bangun ini lagi beresin buku." Jawabku sekenanya. "Oke, mama sama papa tunggu dibawah yah sayang." pamit mama berlalu dibalik pintu. Aku anak tunggal dan aku sangat dimanja, semua kemauanku selalu dikabulkan. Orangtuaku, keduanya sibuk bekerja, Papaku yang bekerja diperusahaan yang dia bangun dengan susah payah dan Mamaku yang bekerja sebagai Manager disuatu perusahaan ternama di Bandung. "Ma, Pa, aku berangkat dulu. Mang Tejo ayo kita berangkat!" pamitku dan teriakku pada sopir pribadiku. "Nak, sarapan dulu." Larang Mama. "Aku udah telat Ma, aku berangkat dulu, disekolah aja sarapannya." Pamitku. "Ayok mang, kita berangkat." Ajakku pada Mang Tejo.

"Net..Net..Net.." suara bel berbunyi tepat aku berada disekolah sekarang dengan terburu-buru aku menuju kelas. Sekolahku di SMA WilaKartini 1. sekolah terbaik dan terbagus di Bandung. Dan "Bruk....!!" suara yang sangat keras datang dari arahku. Ternyata aku menabrak seorangcowo yang aku tak kenal. Dan... "Eh, lu kalo punya mata dipake dong!" Kesalku. "Udah dipake kali, elu kali yang asal nabrak aja!" Bantahnya. "Yee ribet lu, minggir gue lagi buru-buru." Seruku. "Selamat pagi anak-anak, kita kedatangan anak murid baru pindahan. Steven ayo masuk, tolong perkenalkan dirimu pada teman-teman." Kata Bu Nani selaku Wali Kelas XI. "Hay, teman-teman perkenalkan nama saya Steven Antar Kertara. Saya pindahan dari Jakarta. Salam kenal semua." Sapa Steven. Itukan cowo tadi, kenapa gue harus ketemu lagi sama dia sih. Dumel dalam hati dengan wajah terlihat kesal. "Tu, lu kenape?" Tanya Friska. "Hah? Nanti gue ceritain." Jawabku singkat. Selama pelajaran aku masih mendumal tak karuan karena sekelas sama cowo tengil yang ku tabrak pagi tadi. "Neeettttt.." suara bel istirahat memanggil para murid untuk beristirahat. Aku, Friska, Merry, dan Jonny pergi menuju kantin dan duduk ditempat biasa kami. Tapi ternyataa... "Heh, ini tempat gue dan temen-temen gue, ngapain lu disini?" Teriak Jonny pada Steven. "Loh, gue duluan yang dateng suka-suka gue dong!" Jawab Steven. "Anak baru jangan belagu deh, gak tau siapa kita?" Sahut Friska kesal. "Udah sono deh lu pergi dari situ, daripada kena masalah." Kara Merry. "Oke-oke gue ngalah sama anak cupu kayak kalian. Hahaha." Tawa Steven. "Belagu lo, anak baru juga udah tengil gaya lo!" Teriakkku padanya. Esok hari, kejadian yang sama terulang lagi dan terulang lagi. Sepertinya aku hampir bosan berurusan cowo tengil itu. Setiap hari aku berantem mulu sama dia. Itu orang sebenernya mau cari masalah kali ya sama gue. Awas aja nanti gue bales itu cowo tengil.