Selasa, 17 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 1

"Embun pagi yang sangat sejuk." kataku sambil membuka sebuah jendel ukuran 2x3m dikamar ukuran 4x5m berwarna biru muda dan sangar berantakkan. "Tok.. Tok.. Tok.." terdengar suara pintu. "Iyaa, kenapa?" sahutku yang baru saja terbangun dari lamunanku. "Nak, bangun sudah pagi sayang." terdengar suara dibalik pintu. "Iya maa, aku udah bangun ini lagi beresin buku." Jawabku sekenanya. "Oke, mama sama papa tunggu dibawah yah sayang." pamit mama berlalu dibalik pintu. Aku anak tunggal dan aku sangat dimanja, semua kemauanku selalu dikabulkan. Orangtuaku, keduanya sibuk bekerja, Papaku yang bekerja diperusahaan yang dia bangun dengan susah payah dan Mamaku yang bekerja sebagai Manager disuatu perusahaan ternama di Bandung. "Ma, Pa, aku berangkat dulu. Mang Tejo ayo kita berangkat!" pamitku dan teriakku pada sopir pribadiku. "Nak, sarapan dulu." Larang Mama. "Aku udah telat Ma, aku berangkat dulu, disekolah aja sarapannya." Pamitku. "Ayok mang, kita berangkat." Ajakku pada Mang Tejo.

"Net..Net..Net.." suara bel berbunyi tepat aku berada disekolah sekarang dengan terburu-buru aku menuju kelas. Sekolahku di SMA WilaKartini 1. sekolah terbaik dan terbagus di Bandung. Dan "Bruk....!!" suara yang sangat keras datang dari arahku. Ternyata aku menabrak seorangcowo yang aku tak kenal. Dan... "Eh, lu kalo punya mata dipake dong!" Kesalku. "Udah dipake kali, elu kali yang asal nabrak aja!" Bantahnya. "Yee ribet lu, minggir gue lagi buru-buru." Seruku. "Selamat pagi anak-anak, kita kedatangan anak murid baru pindahan. Steven ayo masuk, tolong perkenalkan dirimu pada teman-teman." Kata Bu Nani selaku Wali Kelas XI. "Hay, teman-teman perkenalkan nama saya Steven Antar Kertara. Saya pindahan dari Jakarta. Salam kenal semua." Sapa Steven. Itukan cowo tadi, kenapa gue harus ketemu lagi sama dia sih. Dumel dalam hati dengan wajah terlihat kesal. "Tu, lu kenape?" Tanya Friska. "Hah? Nanti gue ceritain." Jawabku singkat. Selama pelajaran aku masih mendumal tak karuan karena sekelas sama cowo tengil yang ku tabrak pagi tadi. "Neeettttt.." suara bel istirahat memanggil para murid untuk beristirahat. Aku, Friska, Merry, dan Jonny pergi menuju kantin dan duduk ditempat biasa kami. Tapi ternyataa... "Heh, ini tempat gue dan temen-temen gue, ngapain lu disini?" Teriak Jonny pada Steven. "Loh, gue duluan yang dateng suka-suka gue dong!" Jawab Steven. "Anak baru jangan belagu deh, gak tau siapa kita?" Sahut Friska kesal. "Udah sono deh lu pergi dari situ, daripada kena masalah." Kara Merry. "Oke-oke gue ngalah sama anak cupu kayak kalian. Hahaha." Tawa Steven. "Belagu lo, anak baru juga udah tengil gaya lo!" Teriakkku padanya. Esok hari, kejadian yang sama terulang lagi dan terulang lagi. Sepertinya aku hampir bosan berurusan cowo tengil itu. Setiap hari aku berantem mulu sama dia. Itu orang sebenernya mau cari masalah kali ya sama gue. Awas aja nanti gue bales itu cowo tengil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar