Pagi yang cerah mengawali hari bahagiaku. berangkat sekolah pagi-pagi dan ini baru pertama kali aku seceria ini. "Pa, Ma aku berangkat dulu ya." pamitku sambil melambai-lambaikan tangan dari dalam mobil. Dikelas mataku langsung mencari seseorang, seseorang yang dari semalam kupikirkan. Sepertinya belum datang pikirku. Bel masuk pelajaran pertama tiba, tak kulihat dia daritadi pagi. Aku heran dan saat aku ingin melihat keluar. "Anak-anak steven hari ini tidak masuk karena sakit. Tolong sampaikan pada guru nanti ya." lapor guru piket kekelasku. Selama pelajaran dari awal sampai akhir disekolah aku hanya melamun entah melamun kan hal apa yan pasti tentang steven.
Dengan tekad yang bulat diam-diam aku pergi kerumah steven tanpa sepengetahuan sahabat-sahabatku. "Permisi, Assalamualaikum." sambil mecat bel aku memanggil steven. "Iya, Waalaikumsalam. Ada apa ya neng?" keluar satpam dibalik pagar besi yang tinggi. "Oh, stevennya ada?" tanyaku gugup. "Silahkan masuk neng. Aden lagi didalam istirahat. Dikamarnya." suruh satpam itu. "Oh maaf saya gak mau ganggu pak. Makasih atas infonya. Saya pamit dulu pak." langsung ku berjalan kearah mobil. Dan "Tunggu dulu." aku merasa ada yang menjegatku pergi tanganku ditahan. Saat aku melihat kearah belakang, Steven tepat dibelakangku dan aku terkejut. "Lu ngapain kesini? Kenapa langsung pulang? Masuk dulu aja." sahutnya. "Oh gue kira lu sakit jadi gue jenguk lu. Terus kata satpam lu, lu lagi istirahat gue takut ganggu aja." kataku sekenanya. Padahal gue dateng karena khawatir sama lu. "Oh gitu, yaudah masuk dulu aja." ajaknya sambil menarikku masuk. Dia menyuruhku duduk dan menanyakan mau minum apa, setelah itu kami makin akrab dan waktunya tiba aku harus pulang karena sudah hampir menjelang malam.
Sampai rumah, aku langsung girang dan ingin cepat-cepat esok terjadi lagi. Pagi disekolah, aku bertemu denganya dan saat istirahat kami makan bareng. Sahabtku sampai bingung, ada apa dengan aku? Kemaren-kemaren aku marah-marah sekarang malah deket, kata merry maklum lah benci jadi cinta kali. Setelah beberapa minggu kemudian, kita jadian dan ternyata benar kata orang-orang jangan pernah membenci seseorang bila tak ingin berakhir menjadi mencintainya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar