Minggu, 22 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 3 (To The End)

Pagi yang cerah mengawali hari bahagiaku. berangkat sekolah pagi-pagi dan ini baru pertama kali aku seceria ini. "Pa, Ma aku berangkat dulu ya." pamitku sambil melambai-lambaikan tangan dari dalam mobil. Dikelas mataku langsung mencari seseorang, seseorang yang dari semalam kupikirkan. Sepertinya belum datang pikirku. Bel masuk pelajaran pertama tiba, tak kulihat dia daritadi pagi. Aku heran dan saat aku ingin melihat keluar. "Anak-anak steven hari ini tidak masuk karena sakit. Tolong sampaikan pada guru nanti ya." lapor guru piket kekelasku. Selama pelajaran dari awal sampai akhir disekolah aku hanya melamun entah melamun kan hal apa yan pasti tentang steven.

Dengan tekad yang bulat diam-diam aku pergi kerumah steven tanpa sepengetahuan sahabat-sahabatku. "Permisi, Assalamualaikum." sambil mecat bel aku memanggil steven. "Iya, Waalaikumsalam. Ada apa ya neng?" keluar satpam dibalik pagar besi yang tinggi. "Oh, stevennya ada?" tanyaku gugup. "Silahkan masuk neng. Aden lagi didalam istirahat. Dikamarnya." suruh satpam itu. "Oh maaf saya gak mau ganggu pak. Makasih atas infonya. Saya pamit dulu pak." langsung ku berjalan kearah mobil. Dan "Tunggu dulu." aku merasa ada yang menjegatku pergi tanganku ditahan. Saat aku melihat kearah belakang, Steven tepat dibelakangku dan aku terkejut. "Lu ngapain kesini? Kenapa langsung pulang? Masuk dulu aja." sahutnya. "Oh gue kira lu sakit jadi gue jenguk lu. Terus kata satpam lu, lu lagi istirahat gue takut ganggu aja." kataku sekenanya. Padahal gue dateng karena khawatir sama lu. "Oh gitu, yaudah masuk dulu aja." ajaknya sambil menarikku masuk. Dia menyuruhku duduk dan menanyakan mau minum apa, setelah itu kami makin akrab dan waktunya tiba aku harus pulang karena sudah hampir menjelang malam.

Sampai rumah, aku langsung girang dan ingin cepat-cepat esok terjadi lagi. Pagi disekolah, aku bertemu denganya dan saat istirahat kami makan bareng. Sahabtku sampai bingung, ada apa dengan aku? Kemaren-kemaren aku marah-marah sekarang malah deket, kata merry maklum lah benci jadi cinta kali. Setelah beberapa minggu kemudian, kita jadian dan ternyata benar kata orang-orang jangan pernah membenci seseorang bila tak ingin berakhir menjadi mencintainya.

Kamis, 19 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 2

Pagi-pagi aku dan sahabatku sudah datang mengahampiri kelas. Jail kasih minyak kayu putih yang banyak dan lem diatas kursi guru. Dan menaruh lem dan minyak kayu putih itu didalam tas steven setelah dia sudah datang ke sekolah. Teman-teman satu kelasku jelas tau kami ada sekelompok anak jail yang suka bikin masalah. Tapi sudah lama kita ga jail dan iseng, karena si steven udah buat masalah sama gue jadi gue punya rencana buat cowo macem dia itu. Setelah bel berbunyi dan guru sudah masuk kedalam kelas. Ketika itu.... "Kok panas ya? Kok lengket gini sih?" Dan akhirnya "Sreeek.." Terdengar suara robekan dari arah meja guru dan semua murid tertawa dengan puasnya. "Braaaak!!!!" suara meja yang dipukul dengan penggaris kayu. Seluruhnya langsung diam sekejap. "Siapa yang melakukan semua ini! Maju!" Sambil menutupi bagian belakang dengan taplak meja yang ada disana.

"Okee, tidak ada yang mengaku!! Semua berdiri! Coba ketua kelas bantu saya mencari barang bukti!" Setelah beberapa saat, semua langsung menuruti perintah Bu guru. "Ini? Ini tas siapa?" Teriak Duleha. "Sayaaa Dul." dengan muka yang sangat terkejut. "Bu, ini si Steven bu yang bawa lem dan minyak kayu putih." sambil memberikannya ke meja guru. "Demi apapun bu saya tidak tau saya juga tidak membawa itu semua bu." Bela Steven. "Kamu ikut ibu keruang BP sekarang!!" sambil mengikuti ibu guru dia menunduk dan bingung apa yang akan terjadi padanya nanti. Dan setelah berapa lama Steven berdiri didepan tiang bendera dengan posisi tangan hormat dan mengalungi sebuah tulisan "SAYA TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI." aku sebagai pelakunya merasa kasihan melihat dia. loh, kenapa dengan aku ini? Bukannya bagus ya itu cowo tengil dapet pelajarannya.

Bel pulang berbunyi, Merry mengajakku kerumahnya. Tapi ku tolak saja mentah-mentah. Aku bilang hari ini aku ada urusan dan ga bisa main kerumahnya. Gak lama kemudian... "Ini, minum dulu. Maaf ya ini semua sebenernya rencana gue. Hukuman lu udah selesai kok." Sambil menyodorkan air putih. "Lu ada masalah apa sih sama gue sampe lu beginiin gue?" Sambil mengambil minuman dari tanganku. "Ya abis lo duluan sih yang nyolot, belagu, tengil pula." Komentarku. "Oh karena itu maaf juga deh kalo lu merasa gue kayak gitu." Katanya. "Nama lo siapa? Gue lupa." Tanyanya. "Gue Restu." Jawabku sambil mengambil tas ku dan pamitku pulang. "Eh thank you ya airnya thank you juga ya udah ngerjain gue."

Sampenya dikamar gue suka senyum-senyum sendiri. Dan terkadang gue suka bayangin kejadian tadi. Gue bingung gue kenapa, yang jelas rasanya hati gue seneng banget. Gak kebayang deh. Besok bakal kayak apa ya. Loh, gue ini kenapa sih, tiba-tiba kesemsem gitu sama tuh cowo. Jangan-jangan.........

Selasa, 17 September 2013

Benci Jadi Cinta Part 1

"Embun pagi yang sangat sejuk." kataku sambil membuka sebuah jendel ukuran 2x3m dikamar ukuran 4x5m berwarna biru muda dan sangar berantakkan. "Tok.. Tok.. Tok.." terdengar suara pintu. "Iyaa, kenapa?" sahutku yang baru saja terbangun dari lamunanku. "Nak, bangun sudah pagi sayang." terdengar suara dibalik pintu. "Iya maa, aku udah bangun ini lagi beresin buku." Jawabku sekenanya. "Oke, mama sama papa tunggu dibawah yah sayang." pamit mama berlalu dibalik pintu. Aku anak tunggal dan aku sangat dimanja, semua kemauanku selalu dikabulkan. Orangtuaku, keduanya sibuk bekerja, Papaku yang bekerja diperusahaan yang dia bangun dengan susah payah dan Mamaku yang bekerja sebagai Manager disuatu perusahaan ternama di Bandung. "Ma, Pa, aku berangkat dulu. Mang Tejo ayo kita berangkat!" pamitku dan teriakku pada sopir pribadiku. "Nak, sarapan dulu." Larang Mama. "Aku udah telat Ma, aku berangkat dulu, disekolah aja sarapannya." Pamitku. "Ayok mang, kita berangkat." Ajakku pada Mang Tejo.

"Net..Net..Net.." suara bel berbunyi tepat aku berada disekolah sekarang dengan terburu-buru aku menuju kelas. Sekolahku di SMA WilaKartini 1. sekolah terbaik dan terbagus di Bandung. Dan "Bruk....!!" suara yang sangat keras datang dari arahku. Ternyata aku menabrak seorangcowo yang aku tak kenal. Dan... "Eh, lu kalo punya mata dipake dong!" Kesalku. "Udah dipake kali, elu kali yang asal nabrak aja!" Bantahnya. "Yee ribet lu, minggir gue lagi buru-buru." Seruku. "Selamat pagi anak-anak, kita kedatangan anak murid baru pindahan. Steven ayo masuk, tolong perkenalkan dirimu pada teman-teman." Kata Bu Nani selaku Wali Kelas XI. "Hay, teman-teman perkenalkan nama saya Steven Antar Kertara. Saya pindahan dari Jakarta. Salam kenal semua." Sapa Steven. Itukan cowo tadi, kenapa gue harus ketemu lagi sama dia sih. Dumel dalam hati dengan wajah terlihat kesal. "Tu, lu kenape?" Tanya Friska. "Hah? Nanti gue ceritain." Jawabku singkat. Selama pelajaran aku masih mendumal tak karuan karena sekelas sama cowo tengil yang ku tabrak pagi tadi. "Neeettttt.." suara bel istirahat memanggil para murid untuk beristirahat. Aku, Friska, Merry, dan Jonny pergi menuju kantin dan duduk ditempat biasa kami. Tapi ternyataa... "Heh, ini tempat gue dan temen-temen gue, ngapain lu disini?" Teriak Jonny pada Steven. "Loh, gue duluan yang dateng suka-suka gue dong!" Jawab Steven. "Anak baru jangan belagu deh, gak tau siapa kita?" Sahut Friska kesal. "Udah sono deh lu pergi dari situ, daripada kena masalah." Kara Merry. "Oke-oke gue ngalah sama anak cupu kayak kalian. Hahaha." Tawa Steven. "Belagu lo, anak baru juga udah tengil gaya lo!" Teriakkku padanya. Esok hari, kejadian yang sama terulang lagi dan terulang lagi. Sepertinya aku hampir bosan berurusan cowo tengil itu. Setiap hari aku berantem mulu sama dia. Itu orang sebenernya mau cari masalah kali ya sama gue. Awas aja nanti gue bales itu cowo tengil.