Pagi-pagi aku dan sahabatku sudah datang mengahampiri kelas. Jail kasih minyak kayu putih yang banyak dan lem diatas kursi guru. Dan menaruh lem dan minyak kayu putih itu didalam tas steven setelah dia sudah datang ke sekolah. Teman-teman satu kelasku jelas tau kami ada sekelompok anak jail yang suka bikin masalah. Tapi sudah lama kita ga jail dan iseng, karena si steven udah buat masalah sama gue jadi gue punya rencana buat cowo macem dia itu. Setelah bel berbunyi dan guru sudah masuk kedalam kelas. Ketika itu.... "Kok panas ya? Kok lengket gini sih?" Dan akhirnya "Sreeek.." Terdengar suara robekan dari arah meja guru dan semua murid tertawa dengan puasnya. "Braaaak!!!!" suara meja yang dipukul dengan penggaris kayu. Seluruhnya langsung diam sekejap. "Siapa yang melakukan semua ini! Maju!" Sambil menutupi bagian belakang dengan taplak meja yang ada disana.
"Okee, tidak ada yang mengaku!! Semua berdiri! Coba ketua kelas bantu saya mencari barang bukti!" Setelah beberapa saat, semua langsung menuruti perintah Bu guru. "Ini? Ini tas siapa?" Teriak Duleha. "Sayaaa Dul." dengan muka yang sangat terkejut. "Bu, ini si Steven bu yang bawa lem dan minyak kayu putih." sambil memberikannya ke meja guru. "Demi apapun bu saya tidak tau saya juga tidak membawa itu semua bu." Bela Steven. "Kamu ikut ibu keruang BP sekarang!!" sambil mengikuti ibu guru dia menunduk dan bingung apa yang akan terjadi padanya nanti. Dan setelah berapa lama Steven berdiri didepan tiang bendera dengan posisi tangan hormat dan mengalungi sebuah tulisan "SAYA TIDAK AKAN MENGULANGINYA LAGI." aku sebagai pelakunya merasa kasihan melihat dia. loh, kenapa dengan aku ini? Bukannya bagus ya itu cowo tengil dapet pelajarannya.
Bel pulang berbunyi, Merry mengajakku kerumahnya. Tapi ku tolak saja mentah-mentah. Aku bilang hari ini aku ada urusan dan ga bisa main kerumahnya. Gak lama kemudian... "Ini, minum dulu. Maaf ya ini semua sebenernya rencana gue. Hukuman lu udah selesai kok." Sambil menyodorkan air putih. "Lu ada masalah apa sih sama gue sampe lu beginiin gue?" Sambil mengambil minuman dari tanganku. "Ya abis lo duluan sih yang nyolot, belagu, tengil pula." Komentarku. "Oh karena itu maaf juga deh kalo lu merasa gue kayak gitu." Katanya. "Nama lo siapa? Gue lupa." Tanyanya. "Gue Restu." Jawabku sambil mengambil tas ku dan pamitku pulang. "Eh thank you ya airnya thank you juga ya udah ngerjain gue."
Sampenya dikamar gue suka senyum-senyum sendiri. Dan terkadang gue suka bayangin kejadian tadi. Gue bingung gue kenapa, yang jelas rasanya hati gue seneng banget. Gak kebayang deh. Besok bakal kayak apa ya. Loh, gue ini kenapa sih, tiba-tiba kesemsem gitu sama tuh cowo. Jangan-jangan.........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar